Sedikit hati berbagi dengan orang yang mau mengerti. Sedikit mengerti untuk orang yang mau berbagi.

Purwokerto Kota Satria,
Sudah tiga minggu lamanya (seminggu lagi bayar kost) aku memijakkan kaki di kota yang konon banyak bertebaran Mendoan . Huff,, sepi sekali rasanya disini. Konon Hijrah kerja saya dari Yogyakarta ke Purwokerto untuk meningkatkan karier, serta menambah kesibukan lain (bagi saya bukan meningkatkan karir, tapi hanya sebatas pengalaman saja). Ternyata di kota yang sejuk ini, aku lebih banyak berdiam diri, karena tidak banyak kerjaan yang harus aku selesaikan. So, bozku bilang kalo mank ga da kerjaan ya cari saja kesibukan yang lain. He? apa karena kehabisan air minum, lantas aku beli mimuman mineral galonan buat kantor? begitu kah maksudnya? akh tidak tahu juga. . mungkin saja itu hanya sebuah alasan. Karena sepi. . .
Banyak waktu yang aku habiskan untuk chatting daripada harus bereksperimen membuat program yang ga jelas fungsinya buat apa. Selain untuk mencari kenalan baru disini, chatting juga bisa menambah wawasan baru. Halah, setidaknya hal itulah yang aku rasakan ketimbang karyawan lain yang hanya mengandalkan Zuma sebagai penghilang rasa bosan dan sepi.
Sudah 3 minggu berlalu, akh rasanya aku pengen balik saja ke Jogja tercinta, kangen dengan suasana kantorku dahulu. Teman-teman kampusku. . serta susanan kostku (yang kadang berantakan saking sibuknya kerja).
Tidak tahulah, bozku janji. Paling lama 1 tahun aku d Purwokerto, setelah itu aku kudu balik lagi ke tempat asalku ( he,, asal? bjm apa jgja?). Ya sudah, sambil berharap dan menanti. Aku menunggu saat di mana reshufle itu terjadi lagi. Boz, aku utnggu janjinmu. . .
Akhirnya pernah juga merasakan bagaimana rasanya mendoan. Huff, lumayan enak. Tapi apa bedanya ama tempe yah?